Allah Is My GOD, Islam Is My Religion, Muhammad Is My Prophet, Quran Is My Book. Alhamdulillah

Sabtu, 06 Juli 2013

MARI BERJIHAD

MARI BERJIHAD DI JALAN ALLAH

        Jihad berarti berjuang sungguh-sungguh di jalan Allah menurut syariat Islam, ini dilakukan untuk menegakkan agama Allah atau menjaga agama allah. Arti jihad sendiri sering disalah artikan bagi mereka yang tidak mengenal prinsip agama. Dalam pikiran mereka ketika mendengar kata jihad hanyalah perang dan perang. Padahal mereka sendiri tidak tahu makna sesungguhnya tapi langsung mengambil kesimpulan sendiri.
Dalam kitab suci alqur`an kata jihad di terjemahkan sebagai “berjuang” kata jihad sendiri berasal dari bahasa arab.  Memiliki kata yang pendek akan tetapi implikasinya sangat luar biasa dalam masyarakat islam baik itu dalam kehidupan pribadi seorang maupun masyarakat. Jihad dalam islam seperti yang kita ketahui bukanlah hal bunuh membunuh akan tetapi berjuang keras dalam memperoleh keredaan Allah.
           Orang-orang barat sering salah mengartikan makna jihad ini. Terutama media-media yang anti Islam. Dalam kamus bahasa Inggris (Oxpord Reference Dictionary) malah di artikan sebagai perang untuk melindungi Islam dari ancaman eksternal atau untuk siar agama untuk kaum kafir. Sungguh tidak masuk akal, bagaimana mereka menerjemahkan makna jihad tersebut. sedangkan asal bahasa sendiri bukan bahasa sendiri. Mereka mengartikan hal tersebut memang memunyai alasan tersendiri, mungkin mereka terpengaruh media-media yang menyebarkan makna jihad tersebut. atau mungkin mereka membenci islam itu sendiri.
         
          Dalam Al-quran kata jihad digunakan dalam dua pengertian yaitu Jihad Fi Sabilillah dan Jihad Fi Allah. Jihad Fisabilillah menyangkut perang mempertahankan diri dari musuh  kebenaran ketika mereka berusaha memusnahkan agama ini. Sedangkan pengertian kedua adalah berusaha dan berjuang secara sungguh-sungguh untuk untuk mencapai keredhaan Ilahi. Jihad kedua ini lebih kepada
Suatu ketika saat rasullullah SAW menyambut sahabat-sahabatnya yang baru pulang dari medan pertempuran, “selamat datang wahai kaum yang telah melaksanakan jihad kecil dan bersiaplah kalian untuk melakukan jihad yang besar.” Dengan penuh keheranan para sahabatpun pertanya, “ya rasulullah, apa yang dimaksud dengan jihad besar itu?” beliau menjawab”jihad melawan hawa nafsu. Sesunggguhnya jihad yang paling besar adalah memerangi hawa nafsuyang dalam dirimu sendiri”
Ketika adam diciptan ia diberikan akal dan hawa nafsu, berbeda dengan mahkuk ciptaan allah hewan ia hanya diberikan nafsu, sedangkan mahkluk allah malaikat hanya diberikan akal, sehingga malaikat ini kegiatannya selalu beribadah dan tidak pernah membantah perintah Allah.
Nafsu merupakan musuh akal, nafsu selalu mendorong tuannya untuk berbuat yang tidak diredai Allah, sehingga manusia yang selalu memperturutkan hawa nafsu ini maka ia akan binasa dan lebih rendah daripada hewan.  Sedangkan akal diberikan kepada manusia untuk bisa berpikir kearah kebaikan. Manusia yang menggunakan akalnya dengan baik dan dapat mengendalikan hawa nafsunya maka derajat manusia itu lebih tinggi daripada malaikat.

           Marilah kita berjihad di jalan Allah, memerangi musuh besar yang ada dalam diri kita, marilah kita jadikan hawa nafsu itu tunduk kepada perintah Allah. Jangan pernah menjadikan hawa nafsu menjadi pengangan kita untuk bertindak sesuatu yang tidak diredhai Allah. Dengan kekuatan iman yang kita miliki tentu kita bisa berjihad untuk melawan musuh yang paling besar yang ada dalam diri kita.
“Barang siapa yang berperang demi menjunjung kalimat Allah setinggi mungkin, maka ia berada di  jalan Allah”. (Hadist Muttafaq Alaih)


Alhafizh Ibnu Hajar Bulughul  Maram Ed. Terj. 2010 Media Akbar


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Entri Populer