Allah Is My GOD, Islam Is My Religion, Muhammad Is My Prophet, Quran Is My Book. Alhamdulillah

Kamis, 30 Januari 2014

SEJARAH AGAMA TAUHID

SEJARAH AGAMA TAUHID

Dari mana kita mengimami bahwa allah itu ada ? maka untuk memberitahukannya kepada manusia Allah mengutus Nabi dan Rasulnya. Di utusnya nabi dan rasul untuk menyembah Allah, mentauhidkan (mengEsakan) tuhan. Agama tauhid adalah agama yang diturunkan Allah kepada ummat manusia melalui nabi-nabi dan rasul-rasul-Nya. Agama tauhid merupakan agama yang dimana penganutnya meng-Esakan Allah dalam kehidupan. Jika kita terlusuri kisah-kisah dalam Al-Qur’an tentang  agama tauhid ini mulai terkenal di zaman nabi Ibrahim Alaihissalam. Nabi Ibrahim sejak muda sudah mencari tuhan dengan berbagai upaya sehingga di awal pencariannya dianggap setiap yang bercahaya itu adalah tuhan. Maka beliau pernah menganggap matahari, bulan, dan bintang sebagai tuhan, namun ketika semua ciptaan Allah tersebut menghilang beliau mulai ragu dan tidak yakin kalau tuhan itu bisa timbul-tenggelam. Kisah dan upaya pencarian tuhan oleh nabi Ibrahim tersebut berakhir ketika beliau menemukan Allah pemilik alam raya ini sebagai tuhan yang hakiki dan tuhan yang abadi.
        Semenjak itulah nabi Ibrahim komit dan istiqamah dengan tuhan Allah dan berupaya agar semua manusia di wilayah beliau hidup agar menyembah Allah meskipun akan menghadapi resiko besar akan menghampirinya. Akibat dari keyakinan dan kesungguhannya menuhankan Allah dan mensosialisasikan Allah sebagai tuhan sekalian alam dengan menghancurkan patung-patung sembahan mereka, beliau dibakar dalam api besar dan dianiaya oleh kaumnya sendiri. Namun ketika kaumnya melihat beliau tidak terbakar dan beliau tidak dendam terhadap mereka, sebagian  besar mereka malah berubah keyakinan dari menyembah berhala kepada menyembah Allah Ta’ala. Demikianlah akibat dari keyakinan nabi Ibrahim terhadap Allah dan kesabarannya perbuatan kaumnya.
        Ketika nabi Ibrahim AS sudah berkeluarga dan beliau mempunyai dua orang anak dari dua orang isteri, yakni Ismail dan Ishak, maka keduanya menjalankan dan menyambung gerakan dakwah ayahnya untuk mengembangkan agama tauhid tersebut melalui dua jalur. Ishak bersama keturunannya mengembangkan agama tauhid melalui jalur Falestine dan Yeruzalem, sementara Ismail mengembangkan agama tauhid itu melalui wilayah Arab lainnya.
        Dari jalur Ishak menghadirkan banyak keturunan nabi mulai dari nabi Ya’kub sampai kepada Yusuf, Musa dan Isa AS. Keturunan nabi Ya’kub tersebut bergelar Bani Israil karena Ya’kub memiliki nama lain yaitu Israil, maka seluruh keturunannya disebut Bani Israil. Bani Israil tersebut terdiri dari dua bangsa yang keduanya menjalankan ajaran agama tauhid peninggalan Ibrahim AS yaitu bangsa Yahudi dari keturunan Yahuda dan bangsa Nasrani dari kawasan Nashara.
        Namun dalam perjalanan sejarahnya kedua bangsa tersebut amalan dalam kehidupannya bergeser dari menyembah Allah SWT kepada menyembah manusia dengan mengakui manusia sebagai anak Allah.

 Quran, Surah At-Tauba, Ayat 30
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (Qur’an surah At-Taubah ayat 30).

Ketika orang-orang Yahudi dan Nasrani sudah  menuhankan manusia maka hilanglah penyembahan terhadap Allah dari apa yang telah diwariskan oleh kakeknya nabi Ibrahim AS. Disebabkan perbuatan  semacam  itulah maka mereka keluar dari agama tauhid dan menjadi kafir yang ingkar terhadap perintah Allah. Tambah lagi mereka tidak mau beriman kepada Allah dengan utusan terakhirnya Muhammad Rasulullah SAW dan kitab sucinya Al-Qur`anulkarim. Padahal Allah sudah menginformasikan tentang kehadiran Islam bersama dengan nabi Muhammad SAW dan Al-Qur’an sebagai kitab sucinya dalam kitab-kitam mereka seperti Taurat, Zabur dan Injil, namun mereka tetap mengingkarinya.
Dengan berjalannya waktu secara otomatis Muhammad Rasulullah SAW bersama dengan Islam sebagai agama yang benar dan Al-Qur’an sebagai kitab yang orisinil dan benar mendominasi dunia raya ini, sementara agama-agama lain semuanya batal demi hukum dan ketetapan Allah SWT. Jadilah Islam sebagai satu-satunya agama tauhid di dunia raya sampai hari ini sementara agama-agama selain Islam menjadi batal dan para pemeluknya disebut kaum kafir yang ingkar kepada perintah Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW adalah keturunan Ismail yang mengembangkan agama tauhid melalui kawasan dunia Arab yang tidak menghadirkan seorang nabipun seperti keturunan Ishak melainkan memunculkan bangsa Quraisy di tanah Arab, dan dari bangsa Quraisy itulah lahir nabi Muhammad SAW yang diangkat Allah SWT menjadi rasul-Nya untuk sekalian alam. Nabi Muhammad yang sedari          kecil sudah terlhindungi untuk mengikuti kepercayaan kaum kafir Aarab yang menyembah patung-patung. Nabi Muhammadlah  yang membawa dan mengembangkan agama tauhid satu-satunya sampai kehari ini, sementara tiada agama tauhid lain selain agama Islam pada hari ini. Karenanya sangatlah rugi lagi sesat dan menyesatkan kepada bangsa-bangsa selain bangsa Islam dengan nama agama apasaja mereka hidup di dunia ini karena agama tersebut tidak mendapatkan legitimasi lagi dari Allah SWT sang pencipta dan pemilik alam raya.
Agama tauhid yang Ajarkan  oleh Nabi Ibrahim AS pernah Berjaya di masa jayanya bangsa Yahudi yang beriman kepada Allah. Disamping itu juga pernah berjaya pada masa kehidupan dan kejayaan bangsa Nashara (Nasrani) di belakang kejayaan bangsa Yahudi. Namun sekarang ini kedua bangsa tersebut sudah tidak lagi menjadi bangsa yang memeluk agama tauhid peninggalan nabi Ibrahim AS melainkan mereka menjadi penentang agama tauhid yang diakui Allah SWT yakni agama Islam sebagai satu-satunya agama benar dan orisinil serta mendapat legitimasi dari Allah tuhan seru sekalian alam.
Pemahaman jahiliyah kembali menghinggapi mereka, mereka tidak percaya kepada Allah sebelum melihat mukjizat atau yang bersifat supra natural. Hal  ini sebenarnya hanya merupakan sebuah kedok semata untuk mengingkari kebenaran. Di sepanjang sejarahpun hal ini telah terjadi pada ummat nabi-nabi  sebelumnya yang dimana mereka tetap dalam kekafirannya. Ketika Allah mengutus rasul kepada suatu kaum kafir tersebut menuntut rasul dan nabi tersebut untuk menunjukkan mukjizat-mukjizat sebagaimana telah di kabarkan dalam Alquran. 
Quran, Surah Al-Furqan, Ayat 21
Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami: "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas(dalam melakukan) kezaliman".
Agama tauhid yang sekarang kita kenal dengan agama islam, merupakan satu-satu agama yang di redhai Allah, sebagai agama yang menuntun para pemeluknya tetap menyembah sang pencipta Allah Semata. Agama yang berisi tuntutan hidup yang sangat sempurna dan mendapat legitimasi dari Allah. Hilangkan Keraguan, Kerna Hanya Islam Agama Islamlah yang kelak bisa menyelamatkan Kita dari Kekufuran. 



Alqurnaul Karim Terjemahan Dan Asbabul Nuzul Pustaka Alhanam 2009 Surakarta

Harun yahya Kedangkalan Pemahaman Orang-Orang Kafir Crude Understanding Of Disbelief 2003 Risalah Gusti Surabaya.

Harun Yahya menguak tabir Nabi Isa dan Peristiwa Akhir Zaman (Jesus Did Not Die)  2008 Keysa Media Depok

M. Natsir. Fiqhud Dakwah 2008 Media Dakwah Jakarta

Zakiah Deradjat.  Ilmu Jiwa Agama. 2003 Bulan Bintang Jakarta

Faridi, Agama Jalan Kebenaran 2002 Ghalia Indonesia Jakarta

Syeikh M. Ai-Fudholi. Kifayatul Awam 2009 Mutiara Ilmu Surabaya
Tulisan-Tulisan Hasanuddin Yusuf Adan


Selasa, 31 Desember 2013

SEJARAH SHALAT DALAM ISLAM, ORANG YANG PERTAMA SEKALI MELAKUKAN SHALAT


Shalat lima waktu yang di kita dirikan selama ini merupakan oleh-oleh yang di bawa Nabi Muhammad S A W, Sekedar pengetahuaun mari kita lihat apa yang menjadi oleh-oleh yang di bawa seorang yang katanya astronot yaitu Neil Amstrong yang berangkat kebulan dengan Apollo dengan membawa batu. Seperti kita ketahui batu tersebut menjadi barang berharga sehingga harus dilindungi dengan kaca anti peluru saat dipamerkan di muka umum. Lalu bagaimana dengen shalat yang langsung diberikan Allah kepada nabi dan dengan sengaja memerintahkan kepada malaikat untuk mengangkatnya ke langit, sungguh sebuah kado terindah. Seperti kita ketahui shalat yang wajib kita laksanakan adalah sebanyak 5 waktu dengan jumlah 17 rakaat sehari semalam.
“Maha suci Allah yang telah menjalankan hamba-Nya (Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam) pada suatu malam hari, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, yang telah Kami berkati sekelilingnya, karena hendak kami perlihatkan kepadanya tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat,”
Isra’ mi`raj merupakan peristiwa penting dalam islam. Karena israj mi`rajlah awal di wajibkannya shalat kepada kaum muslimin. Sebenarnya amalan shalat itu sudah ada sejak nabi adam turun kebumi, namun tidak terkumpul dengan 5 waktu tersebut. Untuk lebih jelas mari kita lihat sejarah shalat itu ada :

    A.  Shalat Subuh
Nilai filosofi yang terkandung di dalam shalat subuh itu sangat berkaitan dengan dunia kerja. Dengan melaksanakan shalat subuh itu akan melatih kita untuk bangun pagi, sehingga kegiatan yang harus kita lakukan pada pagi hari tidak terhambat. Seperti kita harus ke kantor dengan tidak terlambat dan tidak buru-baru di dalam perjalanan, dan ini memang harus dituntut di kota-kota besar dengan jalur lalulintas yang padat guna menghindari kemacetan.
Apakah saudara tahu siapa yang pertama sekali mendirikan shalat Subuh, yaitu Nabi Adam Alaihissalam. Saat keluar dari surga. Hal pertama yang ia lihat adalah kegelapan sedangkan ia mengalami ketakutan yang sangat. Ketika fajar sudah tiba, nabi Adam.a.s lalu sembahyang dua rakaat.
    B.   Shalat Zuhur: Pengendali Hawa Nafsu
Ketika matahari sudah berada tepat di atas kepala kita, Allah memanggil kita untuk beristirahat sejenak dari rutinitas yang mungkin sudah letih karena aktivitas kita. Maka kita sejanak untuk melakukan kegiatan ibadah kita yaitu shalat zuhur.
Allah berfirman dalam alquran

“Maka bersabarlah kamu atas apa yan mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji tuhanmu, sebelum matahari terbit dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pula pada waktu waktu siang hari, supaya kamu merasa senang. (QS.Thaha 20: 130).
 Manusia yang pertama melakukan shalat zuhur adalah Nabi Ibrahim Alaihisalam, yaitu ketika Allah Swt menyuruh dia untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail, seruan itu datang ketika matahari telah tergelincir, lalu sujudlah nabi Ibrahim sebanyak empat rakaat.

    C.  Shalat  Ashar : Sebuah Pengakuan Rasa Syukur
Manusia yang pertama sekali melaksanakan shalat ashar adalah Nabi Allah Yunus Alaihi Salam ketika beliau di keluarkan dari perut ikan Nun, ikan nun telah menelan Nabi Yunus Alaihis Salam, namun allah menyelamatkannya, ikan Nun tersebut membawa Nabi Yunus pantai dan memuntahkannya saat itu telah masuk Ashar, maka langsung saja Nabi Yunus Alaihis Salam  sembahyang empat rakaat karena beliau telah di selamatkan allah dari kegelapan yaitu :

Rakaat pertama kelam dengan kesalahan
Rakaat kedua kelam dengan air laut
Rakaat ketiga kelam dalam malam
Rakaat keempat kelam dalam perut ikan nun

    D.  Shalat Magrib :  Menghilangkan Kejahilan
Waktu shalat magrib di awali ketika terbenam matahari dalam arti bahwa terbenamnya seluruh “peringan” matahari telah masuk. Manusia yang pertama melakukan shalat Magrib Adalah Nabi Isa Alaihis Salam. Yaitu ketika nabi isa dikeluarkan dari kebodohan dan kejahilan kaumnya, sedang waktu itu dalah waktu terebenamnya matahari. Bersyukur nabi isa kemudian beliau sembahyang tiga rakaat  karena di selamatkan dari kejahillan tersebut. Yaitu :
Rakaat pertama menolak tuhan selain Allah yang Esa
Rakaat kedua menolak tuduhan atas ibunya telah berbuat sumbang
Rakaat ketiga meyakinkan kaumnya bahwa tuhan itu hanya satu yaitu Allah Swt

    E.   Shalat Isya : Menghilangkan Rasa Duka
Waktu shalat itu dilakukan setelah habis masa shalat magrib, yaitu ketika syafa merah telah hilang hingga waktu fajar sidiq telah tiba. Shalat isya mempunyai waktu yang paling panjang, namun tetapl saja shalat yang abdal itu adalah awal waktu ataupun on time. Manusia yang pertama kali melaksanakan shalat isya adalah nabi allah musa alaihissalam, saat nabi musa tersesat di madyan, ia merasa duka, lalu allah menghilangkan rasa duka tersebut, sedangkan pada saat itu dalam waktu isya yang akhir,kemudian nabi musa melaksanakan sembahyang sebanyak empat rakaat. Sebagai bukti rasa syukur kepada Allah kerena rasa dukacita telah Allah hilangkan.




  
Sumber Bacaan
 Alqurnaul Karim Terjemahan Dan Asbabul Nuzul Pustaka Alhanam 2009 Surakarta
Rahasia Bacaan Shalat Dari Takbir Hingga Salam Akhiruddin DC. MA. Alifia Book        2009 Jakarta
Misteri Pengobatan Shalat  Ahmad Bin Salim Mirqat Jakarta
1001 Tuntunan Tentang Shalat Wajib dan Sunnah Farid  facturahman Vicosta Jakarta
Mengislamkan Orang Islam Sujana Ws.Cetakan ke II. 2010  SWS Press Bekasi
Isra`mi`raj Ibnu Hajar Al-Asqalani 2010 Qisthi Press. Jakarta

Jumat, 15 November 2013

SYARIAT ALKITAB UNTUK UMMAT ISLAM ATAU UMMAT KRISTEN

SYARIAT ALKITAB     UNTUK UMMAT ISLAM ATAU UMMAT KRISTEN

Tuhan itu maha pengasih, dia selalu mengasihi ummat manusia dengan bentuk penciptaan yang sempurna, tuhan membedakan manusia dengan binatang , manusia dibekali akal dan berbagai peraturan, sedangkan binatang sama sekali tidak. Oleh karena itu manusia itu terikat dengan hukum “boleh” dan tidak boleh” segala yang dikuduskan tuhan itu di sebut “halal atau kudus, sedangkan segala yang dilarang  (tidak diperbolehkan) di sebut “haram “najis. Seebenarnya kalau kita telusuri dengan benar semua ajaran nabi Isa atau yesus itu tidak menyimpang sedikitpun dari ajaran islam. Namun karena banyak perubahan-perubahan yang dilakukan oleh paulus dan pendukungnya maka semua ajaran yang di bawa nabi isa itu di hilangkan. Bagi orang yang bisa berfikir dengan jernih tentu dapat melihat penyimpangan-penyimpangan yang telah di lakukan. Karena injil bukan ditulis ketika isa masih hidup atau setidaknya muridnya yang 12 orang. Bibel di tulis jauh setelah masa nabi Isa atau Yesus wafat. Syariat yang di bawa yesus tidak lain sama seperti nabi dan rasul sebelumnya. Yaitu ajaran untuk menymbah allah dan dan taat kepada perintahnya. Mari kita lihat syariat-syariat yang pernah yesus bawa :

Daging Babi Itu Haram,
Babi adalah binatang yang  haram bagi ummat islam, karena babi itu merupakan najis. Mengapa islam melarang memakan dan menyentuh binatang ini, karena babi merupakan salah satu binatang  yang bisa membawa penyakit untuk manusia. Seperti yang sudah tidak asing bagi kita mendengar penyakit flu babi. sedangkan ummat Kristen pada saat ini sudah menghalalkan babi tersebut. padahal jelas-jelas sudah dijelaskan dalam alkitab  bahwa babi itu haram tapi mengapa ummat Kristen sampai saat ini tetap mengkonsumsi babi tersebut ?  ummat Kristen yang suka melanggar kitab injil, dimana hukum tersebut tidak cocok dengan akal fikiran mereka selalu mereka abaikan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus tahu terlebih dahulu ayat mengenai hal tersebut.
“... yang memakan daging babi dan binatang jijik serta tikus, mereka semuanya akan lenyap sekaligus, demikianlah firman Tuhan (Yesaya 66: 17).
‘... juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu, daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya (Ulangan 14 : 8)
“demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak: haram itu bagimu” ( Imamat 11 : 7 ).
“haruslah kamu membedakan antara yan kudus  dengan yang tidak kudus, antara yang najis dan yang tidak najis (Imamat 10 : 10).

Jika kita mengacu pada ayat tersebut di atas, sudah sangat jelas bahwa binatang babi baik itu babi hutan atau babi yang sudah menjadi peliharaan menurut agama Kristen itu adalah haram. Haram untuk menyentuh bangkainya apalagi untuk mengkonsumsinya. Tapi mengapa ummat Kristen sekarang ini hampir semua mengkonsumsi babi tersebut yang sudah sangat jelas di haramkan dalam alkitab. Yesus  atau nabi isa sendiri mengharamkan babi. karena dalam injil Matius  5: 17-20 beliau tidak pernah menghapus Taurat dan kitan para nabi. Maka tidak ada cerita dalam alkitab yesus pernah makan babi.  bahkan yesus sendiri pernah pernah membunuh 2000 ekor babi dengan cara memindahkan roh jahat ke dalam babi hingga mati lemas tersebut danau (Markus 5 : 13).

Ada beberapa kemungkinan Kristen menghalalkan babi pada saat ini. Yang pertama mereka tidak tahu sama sekali, kemudian mereka tahu tapi tidak mau mengindahkan yang lebih parah lagi mereka tahu dan lebih percaya kepada perkataan Paulus ketimbang yesus itu sendiri, sebagaima paulus berkata  “kamu boleh makan segala sesuatu yang di jual di pasar daging.....”. “karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan tidak ada yang haram (I Korintus 10: 25-2 lih. Kolose  2 : 16 dab Roma 14 : 17). Memang terdengar aneh dan lucu agama ini, yesus yang mereka anggap tuhan sudah mengharamkan babi malah kalah argument dengan perkataan paulus.
Sedangkan ummat islam sudah jelas, al-quran mengharamkan ummat muslim untuk mengkonsumsi babi, babi di anggap binatang dalam kategori najis berat.  Jadi dalam hal ini siapa sebenarnya yang mangamalkan alkitab tersebut, ummat islam atau ummat Kristen.

            Minuman Keras itu Haram
Bahaya minuman keras adalah menghilangkan akal sehat orang yang meminumnya.karena kehilangan akal sehat bisa bertindak brutal di luar kesadarannya, cendrung berbuat criminal serta hilangnya rasa malau.  Karena dampak yang ditimbulkan oleh mimunan keras yang di kenal dalam islam khamar diharamkan dan merupakan dosa besar bagi yang melanggarnya.
 Dalam ajaran Kristen juga sebenaranya hal ini sudah jelas di larang.

“Janganlah engkau minum anggur atau mimuman keras, engakau serta anak-anakmu bila masuk ke dalam kemah pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamnya bagi kamu turun temurun (Imamat 10: 9).
 “ Celakalah mereka yang bangun pagi-pagi dan terus mencari Minuman Keras, dan duduk-duduk sampai malam hari, sedang badannya di hangatkan anggur (Yesaya 5: 11)

“janganlah engkau di antara peminum anggur dan pelahap daging” (Amsal 23:20)

“sebab ia besar di hadapan tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman
keras...(Lukas : 1: 15)
“lalu mereka memberi anggur bercampur mur kepadanya, tetapi ia menolaknya (Markus 15 :23)


            Larangan Membuat Patung
     Bibel dengan tegas juga melarang untuk membuat patung dan menyembahnya, sementara ummat kristiani menyembah yesus di depan patungnya, patung yesus dan bunda maria banyak terdapat di gereja-gereja. Bahkan dirumah-rumah ummat Kristen patung yesus tertempel di dinding rumah. Padahal di bibel sendiri sudah sangat jelas bahwa tuhan melarang untuk membuat patung apalagi untuk menyembahnya.

“jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit dan di atas,  atau yang di bumi dan di atasnya atau yang ada di dalam air dan dan dibawah bumi”(4) janganlah sujud menyembahnya atau beribadah kepadanya sebab aku tuhan, Allahmu...(Keluaran 20 :4-5)

Hati-hatilah, supaya jangan kamu meupakan perjanjian tuhan, Allahmu yang telah di ikatNya dengan kamu dan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang oleh Tuhan, Allahmu dilarang kauperbuat” (Ulangan 4:23)

“janganlah kamu membuat berhala bagimu dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu, juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negeri kamu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab akulah Tuhan, Allahmu. (Imamat 26:1)

              
               Yesuspun di khitan/Sunnat

   “Dan ketika genap delapan hari dan ia harus di sunatkan, ia diberi nama yesus  yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum ia di kandung ibu-Nya.” (Lukas 2 : 21)

   Inilah perjanjian-ku, yang harus dipegang, perjanjian antara aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus di sunnat.” (Kejadian 17 : 10).

   “Heruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda pertjanjian  antara aku dan kamu.”  (kejadian 17 : 11).

“Dan orang yang tidak di sunnat, yakni lakit-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya : ia telah mengingkari  perjanjianku.” (Kejadian 1:14).


            Hukum Rajam
Hukum rajam adalah hukum yang diberikan bagi mereka yang berzina, hukum rajam ini merupakah hukum tuhan yang harus dilaksanakan bagi mereka yang melanggar, yaitu di lempar dengan batu sampai meninggal. Dalam hukum islam hal ini juga berlaku, sebagian Negara-negara islam sekarang ini masih tetap melaksanakan hukum rajam karena ini adalah perintah Allah bagi mereka yang melanggar perintah. Dalam ajaran Yesus juga ini berlaku namun lagi-lagi ummat Kristen menghilangkan perintah ini :

“Musa dalam hukum Taurat Memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapatmu-Mu (Yesus) tentang hal itu? (Yohanes 8:5)
“Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepadaNya (Yesus), Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka “ barang siapa yang tidak berdosa di antara kamu, hendaklah ia melemparkan yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu”(Yohanes 8:7)
              
Perintah-perintah bibel yang di tinggalkan oleh ummat kristiani ternyata islamlah  yang mengamalkannya sekarang. Itulah syariat yang di turunkan allah kepada nabi dan rasulnya terdahulu hingga yang terakhir nabi Muhammad s a w.
Karena islam agama allah, agama yang lurus tidak ada campur tangan manusia didalamnya untuk mengubah-ngubah syariat Allah. Sedangkan dalam ajaran agama Kristen sekarang ini terlalu banyak campur tangan manusia  yang mengutak-atik hukum Allah.
Sesungguhnya semua agama nabi-nabi allah adalah agama islam. Agama islam pada garis besarnya sebagaimana yang di dakwahkan nabi allah yaitu “Beriman kepada Allah, beramal shaleh  taat kepada Allah.
Pauluslah yang menciptakan Agama Kristen yang menyimpang dan menyeleweng dari ajaran  Nabi Allah (Isa a.s  atau yesus) untuk kepentingan  para penyembah barhala di kerajaan Romawi.
Nabi Muhammad dengan al-qur`an-nya di utus ke dunia ini antara lain untuk meluruskan penyelewengan-penyelewengan dan kesesatan agama Kristen yang dilakukan oleh paulus serta pendukungnya.


Sumber Bacaaan :

ALquranulkarim Mirachle The Reference. Sygma Bandung 2010
Murice  Bucaile,  Bibel, Qur`an dan Sains modern. Prancis
Lembaga Alkitab Indonesia, kitab perjanjian lama dan baru, cetakan tahun 2008 yang sudah diperbaharui .
Karen Amstrong, sejarah Tuhan, Kisah Pencarian Tahun yang dilakukan  oleh orang-orang yahudi, Kristen dan islam Selama 4.000 Tahun Usa
Lisa Marimpin Lobo. Injil Petunjuk Menuju Islam  Februari 2010
Isa putra Maria, Amanullah. Lentara Hati, 2011. Jakarta




Jumat, 01 November 2013

Ketika Ruh Memandang Nabi Muhammad ( Apakah Ruh kita Pernah Melihat Nabi Muhamad)

Nabi Muhammad merupakan manusia yang paling mulia yang pernah ada di muka bumi ini, ia menjadi orang nomor satu di dunia dan orang yang paling berpengaruh didunia dari dahulu, sekarang hingga dimasa yang akan datang. Ia seorang nabi, seorang guru, seorang bisnisman, seorang panglima perang, dan ia merupakan rahmat bagi sekalian alam. Kedatangannya menjadi rahmat untuk semua mahkluk, ia mulia bukan karena dimulia-muliakan, dia agung bukan karena diagung-agungkan, dia berjuang untuk menegakkan agama yang diredhai Allah.  

Telah diceritakan pada salah satu hadist, sesungguhnya Allah Taala telah menciptakan sebuah pohon yang memiliki empat (4) cabang. Pohon itu disebut Sajaratul Yaqin. KemudiaN Allah menciptakan Nur Muhammad dan meletakkan dipohon Sajaratul Yajin. Kemudian bertasbihlah nur tersebut selama tujuh puluh ribu tahun. selanjutnya Allah menciptakan cermin kehidupan (miratil hayati)  dan diletakkan di depan nur Muhammad tersebut. kemudian nur tersebut melihat cermin terlihatlah wajah yang indah dan perhiasan yang lemah lembut tingkah lakunya. Maka ia merasa malu kepada allah, saking malunya keluarlah keringatnya sebanyak enam tetes.
Dari keringat tetesan pertama Allah menciptakan Abu bakar shidiq
Dari keringat tetesan kedua Allah menciptakan Umar. ra
Dari keringat tetesan ketiga  Allah menciptakan Ustman
Dari keringat tetesan keempat Allah menciptakan  Ali ra
Dari keringat tetesan kelima Allah menciptakan Bunga mawar
Dari keringat tetesan keenam  Allah menciptakan padi

Kemudian bersujudlah nur-nur yang berasal dari nur nabi Muhammad tadi lima kali, jadilah sujud itu atas diri kita sebagai kewajiban lima waktu.

Kekita allah melihat nur itu lagi maka nur Muhammad kembali berkeringat, maka Allah menciptakan para malikat dari keringat hidungnya, menciptakan arsy dari dari keringat wajahny, menciptakan kursi, Lauh, Qalam, matahari, bulan, beberapa hijab, bintang dan segala sesuatu yang di langit.  Dan menciptakan para nabi (rasul), ulama, (syuhada, orang-orang shaleh dari keringat dadanya.  Dan mencitpakan Baitul makmur,  Ka,bah, Baitul Maqdis dan mesjid di seluruh dunia dari keringat punggungya.  Selanjutnya Allah menjadikan ruh-ruh ummat nabi masing-masing dari dari ruh nabinya. Yakni ruh setiap umat di jadikan dari keringat ruh nabinya.

            Lalu dijadikanlah ruh-ruh mukminin dari ummat Muhammad. SAW. Lalu berkatalah semua ruh itu, “Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah” kemudian Allah menjadikan lampu dari aqik yang merah terhihat dari luar dalam, kemudian Allah menjadikan pula wajah Muhammad saw, seperti wajahnya di dunia, selanjutnya wajah tersebut dalam lampu, berdirilah di dalamnya sebagaimana berdirinya ketika shalat lalu berkelilinglah ruh para nabi di sekitar Nur Muhammad saw. Mereka bertasbih, bertahlil selama seribu tahun. Lalau Allah memerintahkan semua ruh agar melihat wajah Muhammad, maka para ruh itupun melihat.

1  
  • 1   Jika melihat Nur Muhammad  bagian  kepala maka jadilah dia seorang peminpin kelak di dunia.
    2.    Jika melihat Nur Muhammad  bagian keningnya  maka ia menjadi peminpin yang adil
    3.    Jika melihat Nur Muhammad bagian kedua mata maka jadilah ia penghafal kitab Allah
    4.    Jika melihat Nur Muhammad  bagian  alis maka jadilah ia tukang lukis atau ukir.
    5.    Jika melihat Nur Muhammad bagian kedua telinga maka jadilah ia seorang ahli pendengar.
    6.    Jika melihat Nur Muhammad bagian kedua pipinya jadilah ia orang baik dan pandai.
    7.    Jika melihat Nur Muhammad bagian kedua bibirnya jadilah ia seorang manteri
    8.    Jika melihat Nur Muhammad bagian hidungnya jadi di dunia ia akan jadi hakim, tabib,penjual minyak wangi.
    9.    Jika melihat Nur Muhammad bagian mulut maka di dunia ia jadi ahli puasa
    10.  Jika melihat Nur Muhammad bagian giginya maka didunia ia jadi orang ganteng atau cantik.
    11.   Jika melihat Nur Muhammad bagian lidahnya maka di dunia jadilah ia seorang utusan raja
    12.  Jika melihat Nur Muhammad bagian kerongkongan jadilah ia ahli pidato,dakwah,azan
    13.  Jika melihat Nur Muhammad bagian jenggotnya maka didunia  jadi ahli jihad fisabilillah
    14.  Jika melihat Nur Muhammad   bagian lehernya maka di dunia akan jadi pedangang.
    15.  Jika melihat Nur Muhammad  bagian kedaa bahunya maka didunia ia jadi ahli kuda dan ahli pembuat pedang.
    16.  Jika melihat Nur Muhammad  bagian bahu kanan jadilah ia tukang bekam
    17.  Jika melihat Nur Muhammad  bagian bahu sebelah kiri jadilah di dunia ia orang bodoh
    18.  Jika melihat Nur Muhammad bagian telapak tangan kanan jadilah ia tukang pembordir atau tukar uang
    19.  Jika melihat Nur Muhammad bagian telapak tangan sebelah kiri jadilah tukang juru takar
    20. Jika melihat Nur Muhammad bagian kedua tangan jadilah ia darmawan dan cerdas
    21.  Jika melihat Nur Muhammad bagian punggung telapak tangan kanan kiri jadilah ia orang kikir
    22. Jika melihat Nur Muhammad bagian  punggung telapak tangan kanan jadilah ia koki
    23. Jika melihat Nur Muhammad bagian  ujung jari tangan kiri jadilah ia sekretaris didunia
    24. Jika melihat Nur Muhammad bagian ujung jari tangan kanan maka ia jadi penjahit
    25. Jika melihat Nur Muhammad bagian jari tangan kanan jadilah ia jadilah ia tukang besi
    26. Jika melihat Nur Muhammad bagian dadanya jadilah ia orang alim
    27. Jika melihat Nur Muhammad bagian punggung tubuh jadilah ia seorang tawadhu pada agama
    28. Jika melihat Nur Muhammad bagian lambungnya maka jadilah ia ahli berperang
    29. Jika melihat Nur Muhammad bagian perutnya jadilah ia qanaah dan zuhud
    30. Jika melihat Nur Muhammad bagian kedua lututnya jadilah ia seorang taat ruku dan sujud
    31.  Jika melihat Nur Muhammad bagian kedua kakinya jadilah ia seorang ahli berburu
    32. Jika melihat Nur Muhammad bagian keuda telapak kakinya jadilah ia ahli berjalan
    33. Jika melihat Nur Muhammad bagian bayang-bayangnya jadilah ia seorang penyanyi atau ahli gitar.
    34. Jika dianatara ruh itu tidak melihat apa-apa maka jadilah ia golongan yahudi, Nasrani, Kafir, Majusi, dan  ada yang akan mengaku kelak sebagai tuhan di dunia, seperti firaun.

    mohon maaf jika ada salah dalam penerjemahan, mohon dimaklumi

    Sumber bacaan :
    Kitab Daqaaiqul Akhbar  Al-Iman  Abudurrahman Bin Ahmad  Alharmain 2005 Jaya Surabaya
    kamus Arab-Indonesia Al-Azhar S. Askar. 2010 Senayan 
    Kamus Arab-Indonesia. Mahmud Yunus  1989. M.Yunus Jakarta
    Kamus Kontekstual Arab-Indonesia Dr. Bauni  Imamuddin 2012 Gema Insani 
    Kamus Indonesia Arab. Asad M. Alkalali 2002 Bulan Bintang Jakarta



Minggu, 06 Oktober 2013

KEWAJIBAN ORANG TUA TERHADAP ANAK


Anak merupakan anugrah yang diberikan kepada kita, mereka merupakan titipan dari ilahi, mereka merupakan amanah dari tuhan yang maha kuasa yang harus benar-benar kita jaga. Sebagai seorang muslim Bukan saja sang anak yang mempunyai kewajiban terhadap orangtua, orang tua pun mempunyai kewajiban terhadap anak yang harus ditunaikan. Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah sebuah wujud aktualitas hak-hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua. Kewajiban sebagai orangtua yang harus didapatkan oleh sang anak. Dalam agama islam kewajiban orang tua terhadap anak antara lain dapat kita lihat sebagai berikut :
1.  Anak mempunyai hak untuk hidup.
Kewajiban orangtua terhadap anaknya tetap bisa hidup, meski dalam keadaan bagaimanpun, sesulit apapun ekonomi dalam keluarga, jangan sampai kehidupan anak terabaikan. Sering kita lihat bahwa anak pendapat perlakuan yang tidak sesaui. Orang tua sering mengabaikan kewajibannya terhadap anak-anaknya, bahkan terdapat kasus yang sering menimpa anak yang mengakibatkan anak itu meninggal.
 ‘Janganlah kamu membunuh anak anakmu karena takut miskin. Kami akan memberikan rizqi kepadamu dan kepada mereka.’ ( QS. Al-An’am: 151)
Kemudian  dalam satu hadist nabi yang di riwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari abdullah bin Mas`ud Ra. Aku pernah bartanya, Ya Rasulullah, Dosa apa yang paling besar? Kemudian nabi bersabda “ kamu menyekutukan allah padahal dialah yang telah menciptakan kamu , kemudian apalagi tanyaku lagi,  beliau menjawab “kamu membunuh anak-anak kamu karena kamu takut ia makan bersamamu,
Dari ayat tersebut sangat jelas bahwa orang tua mempunyai kewajiban agar anak tetap bisa hidup betapapun susahnya kondisi ekonomi orang tua, dan mereka berdosa jika mereka mengabaikan anak-anak mereka. Ayat itu juga memberi jaminan kepada kita bahwa Allah pasti akan memberikan rejeki  baik kepada orang tua maupun anak, asalkan mereka berusaha dan tawakal.
2. Menyusui

          Wajib atas seorang ibu menyusui anaknya yang masih kecil, sebagaimana firman Allah yang artinya : “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (QS AI Baqarah: 233)
                          Air  susu dalam beberapa hari kelahiran  mempunyai beberapa kelebihan, antara lain mengandung zat antibody yang sangat diperlukan oleh bayi. Bayi yang memperoleh air susu jenis ini akan mempunyai daya kekebalan tubuh yang lebih baik. Seorang ibu diwajibkan untuk menyusui anaknya sampai 2 tahun penuh, kecuali ada alasan syari. Menyusui anak sampai dua tahun ini akan menumbuhkan pengaruh positif terhadap sang anak baik secara fisik maupun secara mental.
3.  Memberi Nama yang Baik         
Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya kewajiban orang tua dalam memenuhi hak anak itu ada tiga, yakni: pertama, memberi nama yang baik ketika lahir. Kedua, mendidiknya dengan al-Qur’an dan ketiga, mengawinkan ketika menginjak dewasa.”       Rasulullah saw diketahui telah memberi perhatian yang sangat besar terhadap masalah nama. Kapan saja beliau menjumpai nama yang tidak menarik (patut) dan tak berarti, beliau mengubahnya dan memilih beberapa nama yang pantas. Beliau mengubah macam-macam nama laki-laki dan perempuan. Seperti dalam hadits yang disampaikan oleh Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw biasa merubah nama-nama yang tidak baik. (HR. Tirmidzi).
Berkenaan dengan nama-nama yang bagus untuk anak, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya kamu sekalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kamu sekalian, maka perbaguslah nama kalian.” (HR.Abu Dawud)
Pemberian ‘nama yang baik’ bagi anak adalah awal dari sebuah upaya pendidikan terhadap anak anak. Ada yang mengatakan; ‘apa arti sebuah nama’. Ungkapan ini tidak selamanya benar. Islam mengajarkan bahwa nama bagi seorang anak adalah sebuah do’a. Dengan memberi nama yang baik, diharapkan anak kita berperilaku baik sesuai dengan namanya. Adapun setelah kita berusaha memberi nama yang baik, dan telah mendidiknya dengan baik pula, namun anak kita tetap tidak sesuai dengan yang kita inginkan, maka kita kembalikan kepada Allah s.w.t. Nama yang baik dengan akhlaq yang baik, itulah yang kita harapkan. Nama yang baik dengan akhlaq yang buruk, tidak kita harapkan. Apalagi nama yang buruk dengan akhlaq yang buruk pula. Celaka berlipat ganda.
4.    Mengaqiqahkan Anak 

        Menurut keterangan A. Hasaan ‘aqiqah adalah; ‘ menyembelih kambing untuk (bayi) yang baru lahir, dicukur dan diberi nama anak itu, pada hari ketujuhnya.
Rasulullah s.a.w. bersabda; ‘Tiap tiap seorang anak tergadaikan dengan ‘aqiqahnya yang disembelih atas namanya ada hari ketujuh kelahirannya, lalu ia di cukur, dan diberi nama. (HR. Ahmad dan Imam yang empat ).
5. Memberi makan dan keperluan lainnya
Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warisanpun berkewajiban demikian.  Rasulullah s.a.w. bersabda; ‘Cukup berdosa orang yang menyia nyiakan ( tanggung jawab) memberi makan keluarganya.’ ( HR Abu Daud )
“... dan kewajiban bagi ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut....” (Qur`an Albaqarah : 233)
6. Memberi rizqi yang‘thayyib’. Rasulullah s.a.w. bersabda;
Dari Abu Rafi’ r.a. telah berkata; Telah bersabda Rasulullah s.a.w. ‘Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah mengajarinya tulis baca, mengajarinya berenang dan memanah, tidak memberinya rizqi kecuali rizqi yang baik.’ HR Al Hakim
7.  Mendidik  anak
Pada suatu kesempatan, Amirul Mukminin Umar bin Khaththab kehadiran seorang tamu lelaki yang mengadukan kenakalan anaknya, “Anakku ini sangat bandel.” tuturnya kesal. Amirul Mukminin berkata, “Hai Fulan, apakah kamu tidak takut kepada Allah karena berani melawan ayahmu dan tidak memenuhi hak ayahmu?” Anak yang pintar ini menyela. “Hai Amirul Mukminin, apakah orang tua tidak punya kewajiban memenuhi hak anak?”
Umar ra menjawab, “Ada tiga, yakni: pertama, memilihkan ibu yang baik, jangan sampai kelak terhina akibat ibunya. Kedua, memilihkan nama yang baik. Ketiga, mendidik mereka dengan al-Qur’an.”
Pendidikan tentang  agama. 

Rasulullah s.a.w. bersabda;
‘Tiap bayi dilahirkan dalam kadaan suci ( fithrah Islamy ) . Ayah dan Ibunyalah kelak yang menjadikannya Yahudi, Nashrany, atau Majusyi. HR Bukhari. Mendidik anak pada umunya baik laki laki maupun perempuan adalah kewajiban bagi kedua orang tuanya. Dan mendidik anak perempuan mempunyai nilai tersendiri dari pada mendidik anak laki laki. Boleh jadi karena mereka adalah calon Ibu rumah tangga yang bakal menjadi ‘Madrasah’ pertama bagi anak anaknya’. Boleh jadi juga karena kaum wanita mempunyai beberapa keitimewaan atau ke khassan tersendiri., sehingga di dalam Al Qur aan pun terdapat surat An Nisa, tetapi tidak ada surat ‘Ar Rijal’. Wallaahu a’lam. Rasulullah s.a.w. bersabda :
‘Barang siapa mempunyai dua anak perempuan dan dia asuh dengan baik maka mereka akan menyebabkannya masuk sorga. ( HR Al Bukhary )Mengenai kekhassan kaum wanita, antara lain Rasulullah s.a.w. bersabda; ‘Wanita itu bagaikan tulang rusuk. Apabila anda biarkan begitu saja, dia akan tetap bengkok. Namun apabila anda luruskan sekaligus, dia akan patah’.
8.  Menyediakan tempat tidur terpisah antara laki laki dan perempuan.

Dalam ajaran agama Islam mengejarkan ‘hijab’ sejak dini. Meskipun terhadap sesama Muhrim, karena keluargalah yang pertama sekali memberi pelajaran kepada anak. Bila dalam keluarga tidak mengajarkan sejak dini. Bila telah berusia tujuh tahun tempat tidur mereka harus dipisahkan. Rasulullah s.a.w. bersabda; ‘Suruhlah anak anakmu sholat bila berumur tujuh tahun dan gunakan pukulan jika mereka sudah berumur sepuluh tahun dan pisahlah tempat tidur mereka ( putra putri ).
Maksudnya, kewajiban mendidik anak untuk mengerjakan sholat dimulai setelah anak berumur tujuh tahun. Bila telah berusia sepuluh tahun anak belum juga mau mengerjakan sholat, boleh dipukul dengan pukulan ringan, yang mendidik, bukan pukulan yang membekas atau menyakitkan. 
9. Kasih Sayang
Hilangkanlah rasa benci pada anak apa pun yang mereka lakukan, do’akan dia selalu, agar menjadi anak yang sholeh, santunilah dengan lemah lembut, shobarlah menghadapi perilakunya yang tidak baik, hadapi segalanya dengan penuh kearifan, jangan mudah membentak apalagi memukul tanpa alasan, tempatkan dia dengan ikhlash pada hati anda, belailah dengan penuh kasih sayang nasehati dengan santun. Satukan hati kita dengan anak anak. Semoga Allah
menjadikan mereka ‘ waladun shalihun yad’uu lahu’. Itulah harapan orang tua yang baik. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ;
Seorang datang kepada Nabi s.a.w. dan bertanya; ‘Ya Rasulullah, apakah hak anakku ini? Nabi s.a.w. menjawab;’ Kau memberinya nama yang baik, memberi adab yang baik dan memberinya kedudukan yang baik ( dalam hatimu). ( HR At Tuusy )
Kecintaan orang tua kepada anak tidak cukup dengan hanya memberinya materi baik berupa pakaian, makanan atau mainan dan sebagainya. Tapi yang lebih dari pada itu adalah adanya perhatian dan rasa kasih sayang yang tulus dari kedua orang tua.
        10. Memberikan pengajaran keterampilan.
Islam memberantas pengangguran. Salah satu penyebab adanya panganguran adalah apabila seseorang tidak mempunyai ketrapilan tertentu. Bila dia punya ketrampilan tertentu, paling tidak bisa melakukan sesuatu yang berguna buat dirinya ataupun orang lain.
Rasulullah s.a.w. bersabda; ‘Mengapa tidak kau ajarkan padanya ( anak itu ) menenun sebagaimana dia telah diajarkan tulis baca?’ ( HR An- Nasai )
Kalimat ‘menenun’ sebagai mewakili jenis jenis ketrampilan yang lain. Artinya tidak terbatas pada menenun saja. Kerajinan tangan apapun selama itu bermanfa’at dan tidak dilarang dalam Agama adalah suatu hal yang ma’ruf.
11. Mengarahkan anak
            Orang tua wajib mengarahkan anak-anak, serta menekankan mereka untuk memilih kawan, teman duduk maupun teman dekat yang baik. Hendaknya orang tua menjelaskan kepada anak tentang manfaat di dunia dan di akhirat apabila duduk dan bergaul dengan orang-orang shalih, dan bahaya duduk dengan orang-orang yang suka melakukan kejelekan ataupun teman yang jelek. Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mencari tahu setiap keadaan anak, menanyakan tentang teman-temannya. Betapa banyak terjadi seorang anak yang jelek mengajak teman-temannya untuk berbuat kemungkaran dan kerusakan, serta menghiasi perbuatan jelek dan dosa di hadapan teman-temannya. Padahal anak kecil seringkali meniru, suka menuruti keinginannya serta suka mencari pengalaman baru. Oleh karena itu, orang tua hendaknya berupaya agar anak berteman dengan teman-teman yang baik dan shalih, serta berasal dari keluarga yang baik. Di samping itu juga berupaya untuk memuliakan teman-teman si anak agar mudah memberi bimbingan dan arahan pada mereka dan mereka pun akan bersikap lembut di hadapan orang tua.
Bila suatu ketika orang tua mendapati anaknya berbuat kejelekan dan kerusakan, tidak mengapa orang tua berusaha mencari tahu tentang keadaan anaknya. Walaupun dengan hal itu mereka terpaksa melakukan salah satu bentuk perbuatan tajassus (mata-mata). Ini tentu saja dengan tujuan mencegah kejelekan dan kerusakan yang terjadi, karena sesungguhnya Allah k tidak menyukai kerusakan. Inilah kiranya sebuah kewajiban yang tak boleh dilupakan oleh setiap orang tua. Hendaknya orang tua mengingat sebuah ucapan yang dituturkan oleh ‘Amr bin Qais
“Sesungguhnya pemuda itu sedang tumbuh. Maka apabila dia lebih mengutamakan untuk duduk bersama orang-orang yang berilmu, hampir-hampir bisa dikata dia akan selamat. Namun bila dia cenderung pada selain mereka, hampir-hampir dia rusak binasa.”
12. Menikahkannya 
Bila sang buah hati telah memasuki usia siap nikah, maka nikahkanlah. Jangan biarkan mereka terus tersesat dalam belantara kemaksiatan. Do’akan dan dorong mereka untuk hidup berkeluarga, tak perlu menunggu memasuki usia senja. Bila muncul rasa khawatir tidak mendapat rezeki dan menanggung beban berat kelurga, Allah berjanji akan menutupinya seiring dengan usaha dan kerja keras yang dilakukannya, sebagaimana firman-Nya, “Kawinkanlah anak-anak kamu (yang belum kawin) dan orang-orang yang sudah waktunya kawin dari hamba-hambamu yang laki-laki ataupun yang perempuan. Jika mereka itu orang-orang yang tidak mampu, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari anugerah-Nya.” (QS. An-Nur:32)
Keselamatan iman jauh lebih layak diutamakan daripada kekhawatiran-kekhawatiran yang sering menghantui kita. Rasulullah dalam hal ini bersabda, “Ada tiga perkara yang tidak boleh dilambatkan, yaitu: shalat, apabila tiba waktunya, jenazah apabila sudah datang dan ketiga, seorang perempuan apabila sudah memperoleh (jodohnya) yang cocok.” (HR. Tirmidzi)
Apabila mati seorang manusia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal : 1 sedekah jariah yang pernah ia lakukan, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang shaleh yang mendoakannya “ Hadist Riwayat Muslim).

Sumber-Sumber

Abu Abdillah ahmad Bin Al Isawi Ensikopledia Anak, 2011 Darus Sunnah  Jakarta Timur Indonesia
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani Bulughul Maram Ed. Terjemahan. 2010 Akbarmedia Jakarta 
Syarah Riyadhahush Shalihin Jilid 1. Imam Nawawi Gema Insani 2010 Jakarta
M. Ahmad Abdul Salim Hukum Mambaca Alquran Untuk Orang Mati Media Dakwah 2009 Jakarta

Zaini Syahminan Arti Anak Bagi Seorang Muslim. 1992 Al-Iklas Surabaya 
Bacaan di Dunia Media, 

Entri Populer