MARI BERJIHAD DI JALAN ALLAH
Jihad berarti berjuang sungguh-sungguh di jalan Allah menurut
syariat Islam, ini dilakukan untuk menegakkan agama Allah atau menjaga agama
allah. Arti jihad sendiri sering disalah artikan bagi mereka yang tidak
mengenal prinsip agama. Dalam pikiran mereka ketika mendengar kata jihad hanyalah
perang dan perang. Padahal mereka sendiri tidak tahu makna sesungguhnya tapi
langsung mengambil kesimpulan sendiri.
Dalam
kitab suci alqur`an kata jihad di terjemahkan sebagai “berjuang” kata jihad
sendiri berasal dari bahasa arab. Memiliki
kata yang pendek akan tetapi implikasinya sangat luar biasa dalam masyarakat
islam baik itu dalam kehidupan pribadi seorang maupun masyarakat. Jihad dalam
islam seperti yang kita ketahui bukanlah hal bunuh membunuh akan tetapi
berjuang keras dalam memperoleh keredaan Allah.
Orang-orang
barat sering salah mengartikan makna jihad ini. Terutama media-media yang anti Islam.
Dalam kamus bahasa Inggris (Oxpord Reference Dictionary) malah di artikan
sebagai perang untuk melindungi Islam dari ancaman eksternal atau untuk siar
agama untuk kaum kafir. Sungguh tidak masuk akal, bagaimana mereka
menerjemahkan makna jihad tersebut. sedangkan asal bahasa sendiri bukan bahasa
sendiri. Mereka mengartikan hal tersebut memang memunyai alasan tersendiri,
mungkin mereka terpengaruh media-media yang menyebarkan makna jihad tersebut.
atau mungkin mereka membenci islam itu sendiri.
Dalam Al-quran kata jihad digunakan
dalam dua pengertian yaitu Jihad Fi Sabilillah dan Jihad Fi Allah. Jihad Fisabilillah
menyangkut perang mempertahankan diri dari musuh kebenaran ketika mereka berusaha memusnahkan
agama ini. Sedangkan pengertian kedua adalah berusaha dan berjuang secara
sungguh-sungguh untuk untuk mencapai keredhaan Ilahi. Jihad kedua ini lebih
kepada
Suatu
ketika saat rasullullah SAW menyambut sahabat-sahabatnya yang baru pulang dari
medan pertempuran, “selamat datang wahai kaum yang telah melaksanakan jihad
kecil dan bersiaplah kalian untuk melakukan jihad yang besar.” Dengan penuh
keheranan para sahabatpun pertanya, “ya rasulullah, apa yang dimaksud dengan
jihad besar itu?” beliau menjawab”jihad melawan hawa nafsu. Sesunggguhnya jihad
yang paling besar adalah memerangi hawa nafsuyang dalam dirimu sendiri”
Ketika
adam diciptan ia diberikan akal dan hawa nafsu, berbeda dengan mahkuk ciptaan
allah hewan ia hanya diberikan nafsu, sedangkan mahkluk allah malaikat hanya
diberikan akal, sehingga malaikat ini kegiatannya selalu beribadah dan tidak
pernah membantah perintah Allah.
Nafsu
merupakan musuh akal, nafsu selalu mendorong tuannya untuk berbuat yang tidak
diredai Allah, sehingga manusia yang selalu memperturutkan hawa nafsu ini maka
ia akan binasa dan lebih rendah daripada hewan.
Sedangkan akal diberikan kepada manusia untuk bisa berpikir kearah
kebaikan. Manusia yang menggunakan akalnya dengan baik dan dapat mengendalikan
hawa nafsunya maka derajat manusia itu lebih tinggi daripada malaikat.
Marilah
kita berjihad di jalan Allah, memerangi musuh besar yang ada dalam diri kita,
marilah kita jadikan hawa nafsu itu tunduk kepada perintah Allah. Jangan pernah
menjadikan hawa nafsu menjadi pengangan kita untuk bertindak sesuatu yang tidak
diredhai Allah. Dengan kekuatan iman yang kita miliki tentu kita bisa berjihad
untuk melawan musuh yang paling besar yang ada dalam diri kita.
“Barang siapa yang
berperang demi menjunjung kalimat Allah setinggi mungkin, maka ia berada
di jalan Allah”. (Hadist Muttafaq Alaih)
Alhafizh Ibnu Hajar Bulughul
Maram Ed. Terj. 2010 Media Akbar
Tidak ada komentar :
Posting Komentar